Komitmen Astindo Kalsel bantu Pertumbuhan Pariwisata Kalsel
BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN โ Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Travel Agent Indonesia (DPD ASTINDO) Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah sesuai dengan target pertumbuhan sebesar 2,8 persen yang ditetapkan pemerintah daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah promosi dan pemasaran destinasi, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan Fam Trips & Table Top yang mempertemukan pelaku industri perjalanan wisata dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua DPD ASTINDO Kalimantan Selatan, Antonius Panggabean, menyambut positif upaya penguatan promosi pariwisata melalui kolaborasi antarpelaku industri. Ia menunjukkan antusiasme terhadap penyelenggaraan kegiatan yang diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan minat kunjungan wisatawan, serta membuka peluang bisnis pariwisata yang lebih luas bagi Kalimantan Selatan.
Menurutnya, pencapaian target pertumbuhan pariwisata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, biro perjalanan wisata, pengelola destinasi, pelaku usaha perhotelan, transportasi, hingga masyarakat setempat.
Fam Trips dan Table Top sebagai Strategi Promosi Pariwisata
Salah satu langkah strategis yang dipersiapkan DPD ASTINDO Kalimantan Selatan adalah kegiatan ASTINDO KALSEL Fam Trips & Table Top pada 24โ27 November 2026 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pertemuan bisnis business-to-business (B2B) yang mempertemukan para buyer dan seller dalam industri perjalanan wisata. Para peserta dari jaringan pelaku usaha perjalanan wisata anggota ASTINDO di berbagai daerah di Indonesia diharapkan dapat mengenal secara langsung potensi destinasi, produk wisata, serta layanan pariwisata yang tersedia di Kalimantan Selatan.
Melalui kegiatan table top, para pelaku usaha dapat mempresentasikan paket wisata, membangun komunikasi bisnis, menjajaki peluang penjualan produk, dan menyusun kerja sama perjalanan wisata yang dapat dipasarkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sementara itu, kegiatan fam trips atau perjalanan pengenalan destinasi memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung daya tarik wisata, fasilitas pendukung, aksesibilitas, serta pengalaman wisata yang dapat dikembangkan menjadi produk perjalanan komersial.
Dengan demikian, promosi tidak hanya dilakukan melalui materi publikasi atau media digital, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang dapat menjadi bekal bagi para agen perjalanan dalam merekomendasikan destinasi Kalimantan Selatan kepada calon wisatawan.
Memperkenalkan Potensi Wisata Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan memiliki beragam daya tarik wisata yang berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan, mulai dari wisata sungai, pasar terapung, wisata budaya, sejarah, religi, kuliner, hingga wisata alam dan petualangan.
Kota Banjarmasin dikenal dengan kehidupan sungai dan Pasar Terapung Lok Baintan yang menjadi salah satu daya tarik wisata khas daerah. Kota ini juga memiliki potensi wisata budaya dan kuliner yang dapat dikemas menjadi pengalaman perjalanan bagi wisatawan.
Kabupaten Banjar menawarkan wisata religi, sejarah, kerajinan, dan wisata belanja permata di Martapura. Aktivitas pendulangan intan di kawasan Cempaka, Kota Banjarbaru, juga dapat menjadi bagian dari pengembangan wisata edukasi dan pengalaman budaya apabila dikemas dengan memperhatikan keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kepentingan masyarakat setempat.
Di sisi lain, kawasan Pegunungan Meratus menyimpan potensi wisata alam, geowisata, budaya masyarakat lokal, dan petualangan. Destinasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, termasuk kawasan Loksado, memiliki daya tarik berupa bentang alam pegunungan, kehidupan masyarakat setempat, trekking, serta pengalaman bamboo rafting atau balanting paring.
Kabupaten Tapin dan wilayah lainnya di Kalimantan Selatan juga memiliki potensi wisata alam, budaya, dan kehidupan masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi pilihan perjalanan alternatif.
Keberagaman tersebut menjadi modal penting untuk menyusun paket wisata yang lebih variatif, baik untuk perjalanan singkat, wisata keluarga, wisata minat khusus, maupun perjalanan kelompok dan korporasi.
Melalui Fam Trips & Table Top, potensi-potensi tersebut diharapkan dapat dipresentasikan secara lebih terarah kepada pelaku usaha perjalanan wisata sehingga memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dalam katalog, program perjalanan, dan penawaran paket wisata yang dipasarkan secara nasional.
Memperluas Jaringan Pasar dan Peluang Bisnis
DPD ASTINDO Kalimantan Selatan memandang bahwa promosi destinasi perlu diikuti dengan langkah konkret untuk memperluas jaringan distribusi produk wisata. Dalam industri perjalanan, agen perjalanan dan operator tur memiliki peran penting dalam menghubungkan destinasi dengan pasar wisatawan.
Keterlibatan anggota ASTINDO dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan promosi destinasi Kalimantan Selatan. Melalui jaringan tersebut, pelaku usaha dapat saling bertukar informasi mengenai kebutuhan pasar, menyusun paket wisata bersama, serta mengembangkan kerja sama penjualan antardaerah.
Selain mendatangkan wisatawan ke Kalimantan Selatan, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjalin kemitraan dengan operator tur dari luar daerah. Kerja sama tersebut dapat mencakup penyediaan layanan pemandu wisata, transportasi, akomodasi, konsumsi, atraksi wisata, hingga paket perjalanan terpadu.
Dampak ekonomi yang diharapkan tidak hanya dirasakan oleh biro perjalanan, tetapi juga oleh pelaku UMKM, pengrajin, pengelola destinasi, pelaku kuliner, penyedia transportasi, dan masyarakat yang terlibat dalam rantai usaha pariwisata.
Dengan pendekatan tersebut, promosi pariwisata diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi perekonomian daerah.
Antonius Panggabean Dorong Kolaborasi Industri Pariwisata
Ketua DPD ASTINDO Kalimantan Selatan, Antonius Panggabean, menyambut antusias penyelenggaraan Fam Trips & Table Top sebagai bagian dari upaya memperkuat promosi pariwisata daerah.
Keberhasilan pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan memiliki destinasi yang menarik. Diperlukan pula upaya pemasaran yang konsisten, produk wisata yang siap dijual, pelayanan yang berkualitas, serta jaringan bisnis yang mampu membawa destinasi tersebut menjangkau pasar yang lebih luas.
Komitmen ASTINDO Kalsel juga menempatkan kolaborasi sebagai unsur penting. Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang semakin kompetitif.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Kalimantan Selatan bukan hanya sebagai daerah persinggahan, tetapi sebagai destinasi yang layak dikunjungi dan memiliki beragam pengalaman wisata untuk ditawarkan kepada wisatawan.
Promosi Berkelanjutan untuk Mendukung Target 2,8 Persen
Selain Fam Trips & Table Top, promosi pariwisata Kalimantan Selatan perlu diperkuat melalui pemanfaatan media digital, publikasi artikel destinasi, penyusunan paket wisata tematik, partisipasi dalam pameran pariwisata, serta pengembangan kemitraan dengan agen perjalanan dari berbagai daerah.
Pemasaran digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi melalui foto, video, artikel perjalanan, media sosial, dan situs web operator tur. Sementara itu, paket wisata yang terstruktur akan memudahkan agen perjalanan menawarkan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.
Untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan pariwisata sebesar 2,8 persen, berbagai kegiatan promosi tersebut idealnya disertai indikator keberhasilan yang terukur. Indikator tersebut dapat meliputi jumlah operator tur yang berpartisipasi, jumlah kerja sama bisnis yang terbentuk, jumlah paket wisata yang dipasarkan, perkembangan pemesanan perjalanan, jumlah kunjungan wisatawan, serta dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Pengukuran tersebut penting agar kegiatan promosi tidak berhenti pada penyelenggaraan acara, tetapi dapat dilanjutkan dengan tindak lanjut bisnis dan evaluasi hasil secara berkala.
Target 2,8 persen yang menjadi acuan pemerintah daerah juga perlu diselaraskan dengan indikator resmi yang digunakan, termasuk periode pengukuran dan cakupan sektor pariwisata yang dimaksud. Dengan demikian, kontribusi setiap program dapat dievaluasi secara lebih objektif.
Membangun Pariwisata Kalimantan Selatan yang Kompetitif
Komitmen DPD ASTINDO Kalimantan Selatan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat peran industri perjalanan wisata dalam pemasaran destinasi.
Melalui kegiatan Fam Trips & Table Top, promosi destinasi diharapkan dapat berkembang menjadi hubungan bisnis yang berkelanjutan, peningkatan penjualan paket perjalanan, dan pertumbuhan kunjungan wisatawan.
Ke depan, konsistensi promosi, kualitas layanan, kesiapan destinasi, kemudahan akses, dan keterlibatan masyarakat akan menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing pariwisata Kalimantan Selatan.
Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah daerah dan pelaku industri, ASTINDO Kalsel berharap kekayaan wisata sungai, budaya, sejarah, kuliner, dan alam Kalimantan Selatan dapat menjangkau pasar yang lebih luas serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Tentang ASTINDO Kalsel
DPD ASTINDO Kalimantan Selatan merupakan bagian dari Asosiasi Travel Agent Indonesia yang berperan dalam memperkuat jejaring usaha perjalanan wisata, mendorong kolaborasi antarpelaku industri, dan mendukung promosi destinasi. Melalui berbagai program pemasaran dan kemitraan, ASTINDO Kalsel berupaya mengambil bagian dalam pengembangan industri pariwisata yang kompetitif dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.